IMuNe: SCO Wadah Bagi Rusia Perangi Islam

 IMuNe: SCO Wadah Bagi Rusia Perangi Islam

Mediaumat.id – Keberadaan SCO (Shanghai Cooperation Organization) atau Organisasi Kerja Sama Shanghai, dinilai Direktur Institute Muslimah Negarawan (IMuNe) Dr. Fika Komara sebagai wadah bagi Rusia untuk memerangi Islam dan para aktivitisnya.

“SCO ini memang menjadi wadah bagi Rusia untuk memimpin negara-negara Asia Tengah dalam memerangi Islam dan aktivis Muslim dengan pendekatan represif brutal,” ujarnya kepada Mediaumat.id, Ahad (11/9/2022).

Sebutlah Islam Abduganiyevich Karimov, presiden Uzbekistan pertama yang menjabat dari tahun 1991 hingga kematiannya pada tahun 2016, dan Nursultan Abishuly Nazarbayev, presiden pertama Kazakstan sejak bubarnya Uni Soviet dan kemerdekaan negara itu pada tahun 1991 hingga pengunduran dirinya pada 2019.

Menurut Fika, mereka adalah para tiran kejam pelaksana agenda SCO yang setia. Mereka pula yang memenjarakan ribuan aktivis Muslim bahkan Muslimah. Bahkan mereka membungkam dakwah Islam dengan sangat brutal. “Semua dengan dalih terorisme tanpa proses pengadilian yang jelas,” ungkapnya.

Sebelumnya terkait KTT tersebut yang rencananya diadakan di Uzbekistan, Presiden Rusia dan Cina disebut-sebut akan bertemu empat mata di sela-sela pembicaraan SCO.

“Pemimpin Cina Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan bertemu di sela-sela KTT di Uzbekistan minggu depan,” ucap Andrey Denisov, utusan Rusia untuk Beijing,aa seperti dikutip Rabu (7/9/2022).

Perlu diketahui juga, SCO adalah aliansi internasional yang terdiri dari 8 negara anggota yaitu India, Pakistan, Cina, Kazakstan, Kirgistan, Rusia, Tajikistan dan Uzbekistan, serta empat pengamat dari Eurasia. Selain 8 negara anggota dan 4 pengamat, SCO saat ini memiliki 9 mitra dialog dan 4 masukan kehadiran tamu.

Dalam rentang 20 tahun terakhir, sejak terbentuk pada 15 Juni 2001, SCO juga disebut telah mencapai beberapa keberhasilan yang luar biasa. Para pemimpin negara-negara anggota SCO berhasil meredakan perbatasan historis, membangun mekanisme kerja sama prosedural, dan memajukan diskursus umum tentang kejahatan, separatisme, dan ekstremisme.

Maka tak heran hubungan Rusia dengan Cina tampak semakin mesra. Malah ia menambahkan, Cina sudah menjadi aliansi setia Rusia sejak negeri beruang merah itu masih menjadi bagian Uni Soviet di era Perang Dingin.

“Pasca perang dingin Cina dan Rusia tetap mesra, bergandengan tangan membendung Islam melalui rezim-rezim boneka despotik di kawasan Asia Tengah,” terangnya, seraya menyebut Kazakstan, Kirgistan, Tajikistan dan Uzbekistan yang notabene berpenduduk mayoritas Muslim.

“Negara-negara boneka diktator pengikut Kremlin ini adalah negeri Muslim dengan hampir 60 juta penduduknya beragama Islam,” jelasnya.

Mitra Abadi

Hal serupa juga terjadi atas Muslim Uighur di Xinjiang atau Turkistan Timur, salah satu provinsi di Cina dengan dominasi penduduk adalah Muslim.

Oleh karena itu Cina dan Rusia sebenarnya adalah mitra abadi, terutama saat menghadapi gejolak Islam di kawasan mereka.

Karena itu pula, sambung Fika, dunia Islam di Asia Tengah terus-menerus dalam ketundukan kepada Rusia. Pasalnya, dunia Muslim di kawasan tersebut memang sengaja didesain untuk tetap berada di ‘ketiak’ Rusia.

“Kawasan ini terus dihegemoni dan dikooptasi oleh mantan penguasa Uni Soviet,” ulasnya, dengan lantas menyampaikan kembali bukti semisal Islam Karimov, eks diktator Uzbekistan dengan segala kebrutalannya yang menjadi bagian dari partai komunis di sana.

Maka itu di sisi lain, Fika pun menyayangkan kondisi kaum Muslim saat ini yang terus ditindas dan bahkan tidak memiliki suara publik yang representatif untuk kepentingan mereka sendiri.

Pun demikian dengan kekuatan politik. “Mereka dicegah untuk memiliki kekuatan politik mandiri yang semakin santer diopinikan kesadaran Muslim di kawasan semakin meningkat,” lugasnya.

Artinya, mereka menyadari hanya Khilafah Islamlah yang akan membebaskan kaum Muslim dari ‘anjing-anjing’ Rusia di sana.[] Zainul Krian

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *